Papua Barat Daya, kabaradhyaksa.com
Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Tri Jaya Sakti Sorong, Senin (28/9/2026) pagi. Ratusan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait berkumpul untuk mengikuti Upacara Ziarah Nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIT itu menjadi salah satu rangkaian penting menjelang peringatan HUT ke-81 TNI. Di tempat tersebut, para peserta kembali mengenang pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, ziarah nasional di Kota Sorong berlangsung dalam suasana penuh penghormatan. Prosesi tidak hanya mempertemukan jajaran TNI dari berbagai satuan, tetapi juga memperlihatkan kehadiran unsur Polri dan pemerintah daerah sebagai bagian dari kebersamaan dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.
Panglima Komando Armada III Laksda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin, S.E., M.Si., M.Tr.Opsla., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Letkol Inf Handi Wibowo, S.I.Kom., yang merupakan Danyonif TP 806/SI, dipercaya sebagai Komandan Upacara. Adapun Perwira Upacara dijabat Lettu Laut (P) Rendi Widianto.
Sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Pasukan upacara berasal dari sejumlah unsur, di antaranya kelompok perwira tinggi, perwira menengah, perwira pertama, personel Koarmada III, Kodaeral XIV, Kowal dan Kowad, PNS, serta gabungan organisasi pendamping TNI dan Polri.
Kehadiran sejumlah pejabat utama TNI di wilayah Sorong turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan ziarah. Dankodaeral XIV Laksda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP., Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., Kas Koarmada III Laksma TNI Anung Sutanto, Wadan Kodaeral XIV Laksma TNI Tommy Herlambang, S.E., serta jajaran pejabat Koarmada III, Korem 181/PVT dan Pasmar 3 hadir dalam kegiatan tersebut.
Dari unsur kepolisian, kegiatan dihadiri sejumlah pejabat Polda Papua Barat Daya, Polresta Sorong Kota, dan Polres Sorong. Sementara dari unsur pemerintah daerah hadir perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kota Sorong.
Rangkaian upacara berlangsung secara tertib dan penuh kekhidmatan. Setelah Komandan Upacara memasuki lapangan dan laporan disampaikan kepada Inspektur Upacara, prosesi dilanjutkan dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan.
Hening sejenak menjadi bagian penting dalam prosesi ketika seluruh peserta mengikuti mengheningkan cipta. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan atas jasa mereka yang telah mendahului dan mengorbankan jiwa serta raganya demi bangsa dan negara.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh Inspektur Upacara. Setelah doa dibacakan, peserta memberikan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan sebelum upacara secara resmi diakhiri.
Namun, penghormatan tidak berhenti ketika prosesi utama selesai. Para peserta kemudian melaksanakan tabur bunga di area makam pahlawan sebagai bentuk penghargaan sekaligus penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.
Bagi TNI, momentum ziarah nasional memiliki makna yang lebih luas dari sekadar agenda tahunan. Makam para pahlawan menjadi pengingat bahwa perjalanan Indonesia hingga saat ini dibangun melalui perjuangan panjang dan pengorbanan yang tidak ringan.
Memasuki usia ke-81, TNI kembali menempatkan nilai perjuangan tersebut sebagai bagian dari semangat pengabdian. Tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” juga menjadi bagian dari pesan peringatan yang menempatkan hubungan TNI dengan rakyat sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan pertahanan negara.
Di Kota Sorong, semangat kebersamaan itu tercermin melalui keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ziarah. Kehadiran TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait menunjukkan adanya sinergi dalam mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 TNI.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian selama kegiatan berlangsung. Koordinasi antarpihak dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ziarah berjalan aman dan tertib. Pemantauan situasi di sekitar lokasi kegiatan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran prosesi.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan unsur terkait dalam menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.
Bagi masyarakat Sorong, TMP Tri Jaya Sakti bukan hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir para pejuang, tetapi juga ruang untuk merawat ingatan tentang sejarah perjuangan bangsa. Setiap penghormatan yang dilakukan di tempat tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan keutuhan Indonesia memiliki sejarah panjang yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ziarah nasional HUT ke-81 TNI di Sorong pun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian. Para prajurit dan seluruh unsur yang hadir tidak hanya memberikan penghormatan kepada mereka yang telah gugur, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya meneruskan nilai perjuangan dalam pelaksanaan tugas di masa kini.
Setelah seluruh rangkaian selesai, kegiatan ditutup dengan tabur bunga dan foto bersama. Upacara berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Dari TMP Tri Jaya Sakti Sorong, peringatan HUT ke-81 TNI kembali diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan. Sebuah pesan sederhana namun kuat: perjalanan menjaga Indonesia hari ini tidak dapat dipisahkan dari pengorbanan mereka yang telah lebih dahulu berjuang untuk bangsa dan negara.
(Tim/Red)